Showing posts with label Baby. Show all posts
Showing posts with label Baby. Show all posts

Friday, March 7, 2008

Mengembangkan Otak Bayi Anda

Dijelaskan oleh Dr Eddy Supriyadi SpA, dari RS Sardjito Yogyakarta, ada dua komponen dasar dalam perkembangan otak anak, yaitu lingkungan yang aman dan pengalaman positif.

Saat seorang bayi merasa tertekan, otak akan merespon dengan menghasilkan zat kortisol. Kadar kortisol yang tinggi akan memperlambat perkembangan otak. Lingkungan aman dan nyaman diperlukan bayi untuk membantu perkembangan otaknya. Beri respon saat bayi menangis maupun mengoceh.


Pengalaman yang diterima setiap hari juga akan membantu perkembangan otak anak. Aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak anak ke pasar atau ke toko buku, menurut dokter anak lulusan UGM ini, sangat penting untuk pembentukan jaringan perkembangan sel otak.

Dr Eddy memberikan 10 tips bagi orangtua untuk membangun dasar perkembangan otak anak:

1. Beri perawatan dan kasih sayang yang adekuat selama masa kehamilan.

2. Beri nutrisi yang cukup. Enam bulan pertama kehidupan bayi, berikan kecukupan nutrisi dengan ASI.

3. Berikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

4. Berbicaralah kepada bayi. Buat kontak mata saat berbicara dengan anak. Jangan lupa selalu tersenyum kepada anak.

5. Bila harus menitipkan anak, carilah tempat penitipan yang bermutu tinggi.

6. Kenalkan aneka ragam musik pada anak, dan bernyanyilah bersama.

7. Beri interaksi yang nyata dengan anak demi perkembangan otaknya. Jangan biarkan anak menonton televisi terlalu lama. Batasi waktunya.

8. Beri ruang bagi anak untuk dapat berinteraksi dengan teman sebaya.

9. Redakan stres pada orangtua. Orangtua yang mengalami stres cenderung mengalihkan stres kepada anaknya. Bila Anda merasa stres, cobalah bercerita kepada orang yang dekat dengan Anda.

10. Ingat, otak tidak akan pernah berhenti berkembang. Jadi, beri stimulasi sebanyak-banyaknya secara terus-menerus.

Read More...

Bayi Butuh Tidur Berkualitas


Anda telah dikaruniai bayi atau punya batita? Perhatikan pola tidur buah hati anda. Sudahkah kebutuhannya akan tidur berkualitas terpenuhi? Menurut penelitian para ahli, tidur berkualitas, bukan sekadar tidur, merupakan hal penting dalam proses tumbuh kembang yang optimum pada bayi dan batita, karena di waktu mereka tidur terjadi puncak aktivitas regenerasi sel-sel tubuh dan tumbuh kembang otak.

Pola tidur yang baik pada bayi dan batita paling ideal dibentuk ketika mereka berumur 3-6 bulan. Ciri bayi dan batita yang mendapat cukup waktu tidur adalah mudah tertidur malam hari, mudah terbangun pagi hari, tidak rewel, mudah diatur, dan tak memerlukan tidur siang yang melebihi kebutuhan sesuai dengan perkembangannya.


Tidur berkualitas pada bayi dan batita bisa diperoleh jika mereka melewati dua tahapan tidur, yaitu tidur dalam atau tidur Non-REM (Non-Rapid Eye Movement) dan tidur aktif atau tidur REM.

Proporsi tidur REM pada bayi yang baru lahir adalah sebanyak 50% dari keseluruhan siklus tidur. Angka tersebut akan terus berkurang, hingga tinggal 20%, seiring pertambahan usia bayi.

Pola tidur
Pola tidur bayi dan batita akan berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi yang baru lahir biasanya akan tidur selama 16-20 jam dalam satu hari. Pada umur itu pola tidur tak teratur, lama tidur siang dan malam hampir sama, lebih dipengaruhi oleh rasa lapar dan kenyang bayi.

Pada usia 2-12 bulan, umumnya bayi tidur selama 9-12 jam pada malam hari dan tidur siang 1-4 kali sehari. Ketika berumur 12 bulan-3 tahun, si kecil biasanya tidur selama 12-13 jam sehari, dengan tidur siang rata-rata satu kali saja dalam sehari pada usia 18 bulan.

Anak berumur tiga tahun yang tidur siang akan memiliki kemampuan lebih dalam menyesuaikan diri. Hal itu sangat penting dalam menentukan keberhasilan di sekolahnya. Pada usia empat tahun, anak bisa tidak lagi membutuhkan tidur siang. Tidur pagi dan siang (nap) berkaitan erat dengan lamanya atensi, quiet alert, dan cepatnya proses pembelajaran.

Pola tidur bayi dan batita memang bervariasi. Tapi, dalam satu bulan setelah bayi lahir, seharusnya ritme tidur dan bangun yang rutin sudah dapat terbentuk. Waspadalah jika hingga umur enam bulan ia masih belum memiliki pola tidur yang relatif teratur, karena itu bisa berarti ia memiliki masalah tidur

Read More...

Kiat Mengembangkan Otak Anak

Dijelaskan oleh Dr Eddy Supriyadi SpA, dari RS Sardjito Yogyakarta, ada dua komponen dasar dalam perkembangan otak anak, yaitu lingkungan yang aman dan pengalaman positif.

Saat seorang bayi merasa tertekan, otak akan merespon dengan menghasilkan zat kortisol. Kadar kortisol yang tinggi akan memperlambat perkembangan otak. Lingkungan aman dan nyaman diperlukan bayi untuk membantu perkembangan otaknya. Beri respon saat bayi menangis maupun mengoceh.


Pengalaman yang diterima setiap hari juga akan membantu perkembangan otak anak. Aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak anak ke pasar atau ke toko buku, menurut dokter anak lulusan UGM ini, sangat penting untuk pembentukan jaringan perkembangan sel otak.

Dr Eddy memberikan 10 tips bagi orangtua untuk membangun dasar perkembangan otak anak:

1. Beri perawatan dan kasih sayang yang adekuat selama masa kehamilan.

2. Beri nutrisi yang cukup. Enam bulan pertama kehidupan bayi, berikan kecukupan nutrisi dengan ASI.

3. Berikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

4. Berbicaralah kepada bayi. Buat kontak mata saat berbicara dengan anak. Jangan lupa selalu tersenyum kepada anak.

5. Bila harus menitipkan anak, carilah tempat penitipan yang bermutu tinggi.

6. Kenalkan aneka ragam musik pada anak, dan bernyanyilah bersama.

7. Beri interaksi yang nyata dengan anak demi perkembangan otaknya. Jangan biarkan anak menonton televisi terlalu lama. Batasi waktunya.

8. Beri ruang bagi anak untuk dapat berinteraksi dengan teman sebaya.

9. Redakan stres pada orangtua. Orangtua yang mengalami stres cenderung mengalihkan stres kepada anaknya. Bila Anda merasa stres, cobalah bercerita kepada orang yang dekat dengan Anda.

10. Ingat, otak tidak akan pernah berhenti berkembang. Jadi, beri stimulasi sebanyak-banyaknya secara terus-menerus.

Read More...

Thursday, February 21, 2008

Love Before First Sight


Don't be surprised to find yourself loving your baby before you even meet. Soon-to-be parents are often hit by a potent mix of emotions and anticipation — and these feelings help set the stage for your relationship with your child.

If you're a pregnant mom, powerful mommy hormones also lay the groundwork for your connection with your baby. These kick in during pregnancy, growing stronger as the weeks go by.

As your due date nears, your brain starts producing more and more oxytocin, a hormone that literally helps bring out the mother in you. Also known as the love hormone, oxytocin is responsible for maternal behavior like nuzzling and grooming in animals from rats to monkeys. For pregnant moms, its main job is to ease feelings of stress while fueling anticipation for the new arrival.

Oxytocin has attracted serious scientific interest in recent years. Animal studies suggest that it plays a huge role in all sorts of social behaviors, from raising babies to forming long-term relationships. Animals that don't produce oxytocin ignore their offspring and find different mates every season. Species that do make the hormone tend to be doting parents that form lasting bonds with their mates. So when your body starts pumping out oxytocin during pregnancy, it's as if love is coursing through your veins.


Your baby is also developing a bond with you, even in the womb. Studies show that his heart will beat a little faster at the sound of your voice. It's something that will excite and comfort your child now and for years to come.

If you're a dad, the second parent in a same-sex couple, or an adoptive parent expecting a new baby, you won't experience the same hormonal boost and physical closeness with your developing child that pregnant moms do. But don't worry, your bond with your child won't suffer.

Babies and older children have the capacity to form tight bonds with any caregiver who responds to their physical and emotional needs. Attachment theory — the guiding psychological principle of human relationships — says that people of all ages become deeply connected with others who provide a sense of security and support.

People never outgrow their ability and desire to form these connections, so it's never too late to bond with a child, says Carol Wilson, a psychologist at Franklin & Marshall College in Lancaster, Pennsylvania. "Any caregiver can become an attachment figure," she explains

Read More...

Sunday, February 17, 2008


Having a baby is a special happiness. Moreover if this baby is normal and healthy.
What the characteristics of the normal and healthy baby. Along with this is the characteristics of the normal and healthy baby.

Several characteristics of the normal and healthy baby in part:

1.The baby cried hard and in a high-pitched manner.

2.The colour of reddish skin, from the front, the lip, as far as the hands and the part foot arms and the leg moved active, the hands kneaded and folded on the elbow, the leg half folded in the foundation of the thigh and knees.

3.The baby's breath is arranged and calm, the wall of the chest and the wall of the moving stomach is arranged. All complete in every aspect body members, from the end foot as far as the tip of hair. Including the mouth hole, the anus and the navel.



4.Excrement on the first day until 7th is green, the following day changed become yellow.

5.Whereas the colour of clear or yellowish urine.

6.The white colour of the eyes stayed white, not yellow.

7.If in the age 4 weeks are considered by all the functions of the good body, was significantly normal.
So several characteristics of the healthy and normal baby.
May this information be useful for you.
Congratulations with your
baby
Labels

Read More...

search